Friday, January 23, 2015

Heartwarming Reflection #1

Seperti biasa, kalau buka Facebook paling cuma ngecek notif sama iseng ngescroll news feed. Sampe gue nyantol sama satu video yang dishare dari salah satu temen Facebook yang judulnya menggugah gue untuk membuka video tersebut.

Nih linknya, video berdurasi sekitar 3 menitan:

Kalo males bukanya, okelah gue ceritain di sini. Sebenernya sih lebih hacep kalo nonton videonya langsung, tapi gapapalah.
Jadi, di part pertama, ada seorang pria yang ngetes ke beberapa orang secara acak di foodcourt dimintain makanan sama pria ini. Pria ini ceritanya kelaparan gitu. Terus, apa respon mereka setelah dimintain? Nggak ada satu pun yang mau ngasih sedikit makanannya ke pria itu. Oke, pas di sini gue masih ngerasa biasa aja.
Di part kedua, ada dua orang pria yang ngetes beberapa homeless secara acak. Satu pria ngasih makanan ke homeless tersebut. Habis itu, pria yang ngasih makanan itu pergi. Beberapa menit kemudian, pria yang lain datang menghampiri homeless tersebut dan dia meminta makanan dari homeless tersebut. Pas di sini hati gue trenyuh: homeless tersebut ternyata mau berbagi makanan dengan pria itu, padahal dia baru aja dapet makanan itu beberapa menit yang lalu. Padahal, dia punya hak buat pelit sama pria itu karena dia juga kelaparan, but only sufferer can understand the suffering. Padahal, dia termasuk orang yang ‘tangan di bawah’. Hebatnya, dia bisa melakukan apa yang seharusnya orang ‘tangan di atas’ lakukan. 
Gue diem. Gue malu sama diri gue sendiri. Gue yang jauh lebih lebih lebih beruntung dari homeless itu kadang masih acuh sama orang lain. Intinya, keegoisan masih menjadi pemenang di dalam diri gue. Sekian

No comments:

Post a Comment