Wednesday, December 11, 2013

Dendam Sang Dewa

Para pengawal setia membuntutiku
Aku suruh, mereka menurut
Telunjuk terangkat, mereka berangkat
Dengan lantang aku beri perintah
Musnahkan mereka
Yang pernah menggores perasaan ini
Bermuka sengak dengan aura angkuh
Terbahak-bahak di balik sengsara
Memandangku penuh kesinisan
Menyeret-nyeret tubuh, menghamba pada mereka
Aku mohon, terimalah diriku ini
Namun, aku malah diinjak-injak
Sungguh bejat kaki mereka

Beribu kecaman dari mulut-mulut busuk
Mereka menyumpahiku?
Cih, aku ludahkan air liurku tepat di wajah mereka
Baru sadar? Menyesal? Oh
Kalian semua terlambat, wahai manusia berperangai hewan
Begitu piciknya kalian
Segala maaf kalian tak akan terkabul
Dahulu kalian semena-mena
Kini akulah sang pemegang kuasa
Mencabik-cabik kalian semauku
Menyiksa kalian sepuasku
Berbuat sesukaku
Dosa kalian tak terampuni
Hingga kalian meronta dalam kobaran api neraka
Dan neraka bising oleh teriakan kalian
Mari, kuantar kalian sampai di ambang pintu neraka
Kalian memang pantas mati terhina

Membunuh kalian satu per satu
Sampai tak ada yang bernafas sehela pun
Binasakan setan macam kalian
Tebuslah dosa kalian di alam sana
Jangan lupa sapa para penjaga neraka
Sampaikan salam hangatku pada mereka
Ah, akhirnya aku bisa tertawa lepas

No comments:

Post a Comment