Entah
sudah berapa lama aku berdiri di tepian ini
Sesekali
aku bentangkan tangan
Menghirup
nafas dalam-dalam
Setiap
udara yang kuhempas
Nyeri
di ulu mencekram perih
Tersayat
oleh tajamnya pedang
Pedang
masa kelam
Aku
tak sudi mengingatnya
Namun,
memori begitu keji
Ia
bangkit walau tak dibangunkan
Telinga
panas mendengar cuap menusuk nurani
Gaung
cibiran terus terngiang
Tiada
henti
Mata
muak melihat iblis bertopeng malaikat
Bertebaran
di atas bumi
Ternyata,
umur panjang itu melelahkan
Aku
benci menjadi manusia
Ingin
kupisahkan saja nyawaku dari raga
Aku
pasrahkan tubuhku
Memeluk dasar jurang
No comments:
Post a Comment